/
1 Comments

(keterangan seorang ibu sertah lainnya dan Foto Saduan : "Bukti Usia Bukanla Patokan Dalam Membaca")


*. bahan refleksi untuk umum

Setiap kali kita bergaul dengan siapa kepada siapa dari mana ke mana tentu saja kita mendengar ucapan bahkan kita lihat dalam buku atau surat kabar atau melalui siaran televisi : "Buku Adalah Jendela Dunia".

Berarti kuncinya adalah membaca. Terserah mbaca buku apa saja dan di mana dari mana dalam keadaan apa pun yang teramat penting adalah rencana juga niat baik mengobati kebodohan selain mengobati fikiran.

Tidak kala pentingnya lagi, setiap kali kita bergaul dengan siapa kepada siapa dari mana ke mana tentu saja kita mendengar ucapan bahkan kita lihat dalam buku atau surat kabar atau melalui siaran televisi : "Kutu Buku". 

Artinya, disandangkan kepada orang yang giat atau rajin membaca buku. Bahkan, kecerdasan maupun kejeniusan orang terletak pada mengawalinya orang dimaksud disiplin baca. Kecuali hikhmat. Tentu hikhmat bersumber daripada Tuhan.

Dalam hal ini, baca tidak hanya buku yang dituliskan setiap orang atas dasar observasi, survei, pengamatan, penelitian, riset, dan dari pengujian langsung melalui laboratorium yang sifatnya tertulis secara ilmia namun sejatinya bisa melalui penglihatan, fikiran, perasaan, serta termasuk jiwai.

Jadi, dengan baca kita mengetahui dunia serta perkembangannya. Baca bisa buku tetapi baca bisa antar fikiran. Misalnya baca situasi, baca lingkungan, baca geografis alam di mana tempat kita berada dan beraktifitas. Baca kelakuan sesama. Baca sifat sesama. Baca kekurangan, kelemahan, keterbatasan, dan kelebihan orang lain atau serupa lainnya.

Para menemu, para pencetus, para pendahulu, para tokoh yang bergelar depan belakang tentu tidak terlepas dari baca. Bahkan, orang miskin sekalipun agar dirinya tidak mau terbebani fikiran miskin maka jalan yang ditempuh adalah baca. Toh orang kaya pun karena baca.

Stimulasi dari baca lahirlah tindakan. Tindakan yang lebih menguntungkan bukan merugikan. Namun, tentang baca, memang dimulai dari dalam diri sendiri atas niat atau kemauan untuk merubah diri. Ada juga melalui pendidikan. 

Dan, ada lagi didorong melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain. Namun tentu saja kesemuanya itu berawal dari proses pendidikan mula-mula dan kemauan diri sendiri.

Seperti gambar berikut merupakan wujud kesadaran diri sekaligus mau menggali sesuatu yang menurutnya baru yang akan menguntungkan dirinya tetapi juga semua orang. Baca bukan soal penampilan tetapi soal pendalaman ilmu pengetahuan dan memerdekakan diri dari fikiran negatif yang menggagalkan perubahan, peningkatan, perkembangan, dan kemajuan diri sendiri.

Pesan moral : "malulah kepada orang yang gemar rajin baca bukan kita malu karena kita baca di depan umum. Nanti dibilang sok kutu buku atau segala cemoohan. Bersainglah baca dengan prinsip kenapa dia bisa dan kenapa saya tidak bisa. Karena kemerdekaan sejati pun terletak pada membaca. Tentu membaca adalah belajar maka apapun dianggap (dirasa dan dilihat) sesuatu yang baru wajib kita belajar melalui membaca atau sebaliknya. Pokoknya, jangan malas membaca tetapi teruslah membaca sambil mewujudkannya".

Demikian, selamat mencoba dan jangan lupa luangkan sedikit waktu untuk membaca serta terus bangunkan relasi diskusi bersama orang yang lebih tua atau sesama kita atau junior kita. Semoga berfaedah bagi kita semua. Syaloom selamat berkarya selamat melayani semangat pagi Allah jaga.
(Foto Saduan : "Bukti Usia Bukanla Patokan Dalam Membaca")



Edithor: Admin


Reporter: Mote Abet

You may also like

(keterangan seorang ibu sertah lainnya dan Foto Saduan : "Bukti Usia Bukanla Patokan Dalam Membaca") *. bahan refleksi...

1 komentar: