/
0 Comments
     foto/ doc/ F.x.mote.m.si

Nabire-kabar-wakoupo.com-Siapa sebenarnya terpilih Bupati Kabupaten Nabire setelah melewati PSU Kabupaten Nabire pada tanggal 28 Juli 2021 adalah pertanyaan bagi semua pendukung pasangan masing-masing?

Pemimpin Baru Kabupaten Nabire adalah Misteri Publik yang harus dipecahkan melalui bukan hanya proses politik melainkan putusan dan analisis hukum dalam mencapai masyarakat madani di Kabupaten Nabire. 

Pendukung FRANSBRO perlu memperingatkan kesadaran sederhana secara moral, nilai dan etika yang jelas tentang siapa, bagaimana dan harus apa dalam menjemput pemimpin kita bersama karena siapapun adalah pemimpin kabupaten Nabire. Apa, dan siapakah itu yang diperlukan? 

"Drs. Fransiskus Xaverius Mote Datang Untuk Membawa Masyarakat Berkeadilan dan Kemakmuran Terhadap Masyarakat Majemuk Kearah Prestasi Transformasi Digital Era"

Diera digital kita merasakan bahwa semua serba cepat. namun, bagimana dengan masyarakat primitif komunal yang tentunya sulit berproses dalam digital era itu. Digital era adalah tantangan global tersendiri bagi masyarakat cerdas dalam tingkat kesadaran yang tinggi akan memahami itu karena dalam mencapai transformasi total secara berkeadilan dan kemakmuran harusla terhindar dari korupsi, kolusi dan neposionalisme apalagi, pemimpin yang lahir dari semua proses kepentingan "dekonsentrasi  kriminal disebabkan dari demokrasi yang kriminal itu, sangat memerlukan "Master Plene" atau Badan Perencanaan untuk uujuan Misi keadilan dan kemakmuran. 

Misi keadilan dan kemakmuran tidak dapat tercapai dengan sistem pemerintahan parlementer (Sistem Kerajaan) sebagaimana dialami sepanjang 10 Tahun dibawa kepemimpinan Mantan Bupati Isayas Douw yang sangat jauh dengan Sistem Demokrasi Terpusat (Republik Demokrasi) tetapi juga tidak sesuai Otonomi Daerah No 21 Tahun 2001, tentang otonomi khusus atau dengan bahasa sederhananya tidak berada dihati masyarakat dan Negara Republik Indonesia.

10 Tahun Kabupaten Nabire adalah kota Sampa, kota yang tingkat kriminal tinggi dan sarang kepentingan penyalagunaan kewenangan yang berujung hutan pemerintah kabupaten Nabire telah mencapai 100 Milyard Rupia hingga dimassa proses demokrasi pilkada Kabupaten Nabire belum terlunaskan. 

Berbagai ketimpangan masalah yang menimpa Nabire adalah tanggung jawab pemimpin Baru tentunya yang sangat berperestasi dalam bidang Master Plane (Perencanaan Sistematis) demi mencapai transformasi berkeadilan dan berkemakmuran digital Era. 

Pemimpin Baru Pasangan Drs. Fransiskus Xaverius Mote dan Tabroni Cahaya adalah Pemimpin Berpenglaman Yang telah mendapat berbagai Prestasi diberbagai bidang "Birokrasi Terbaik" Dari Papua dalam massa Otsus artinya sebelum Menjadi Bupati "telah sampai pada hati rakyat dan negara" dan lainnya sebagai acuan yang kuat dalam memperbaiki Nabire sebagai ujung tombak Meepago yang dirusak dengan kepentingan-kepentingan sesat akibat pemimpin-pemimpin yang memang lahir dari proses kriminal demokrasi "Pemimpin Muatan Kepentingan" sudah pasti sengsarakan rakyat. Tidak boleh terjadi. 

Diharapkan dierah digital kita harusla tidak terhangut dalam muatan-muatan kepentingan tentang bagaimana refleksi kita tentang pemimpin yang dapat memberikan "Gool Stending" pada Master Plaine demi terwujudnya Transformasi berkeadilan dan Kemakmuran. 

Salam Cermin Demokrasi, Pemimpin Perubahan: Drs. Fransiskus Xaverius Mote adalah Pemimpin Sebelum Calon Bupati apalagi Jadi Bupati Masyarakat Tidak Perlu Meragukan Kemampuan Prestasi Pembawa Perubahan.

Penulisnya adalah Agent Pembawa Perubahan.


REPORTER: ADII YOSEP

ADITHOR: ADMIN


You may also like

     foto/ doc/ F.x.mote.m.si Nabire-kabar-wakoupo.com- Siapa sebenarnya terpilih Bupati Kabupaten Nabire setelah melewati PSU K...

Tidak ada komentar: