/
0 Comments

(foto/doc Amoye amadi)


AMADI-AMOYE akadesi beda alam.(JAYAPURA-NABIRE) Apa kabar disana amadi genid?, ini suara kontak batin memang aku jujur, amadi cintaku disertai kasih yang memberi hidup keharmonisan. Aku tidak tahu cintamu seperti apa dalam gempuran ini. Tapi sudah lama kita hidup bersama.

Hidup bukan soal kau memberiku makanan tapi aku yang punya kebun, tapi soal bagimana kau dan aku hidup dalam alam bebas yang tidak saling membatasi hidup. 

Hidup ini telah berubah sudah lama. Aku tidak percaya soal cinta mu pada aku lagi. Dahulu aku hanya ingin sendiri tapi karena Cinta yang terus memaksamu untuk memiliki aku,akhirnya aku punya cerita yang seperti ini. Kau tidak perna tanya soal cintaku pada hidupku yang semestinya kau menghargai.

Kau punya banyak mimpi tentang kita kedepan, tapi hidupku tidak butuh itu. Aku hanya ingin hidup yang sederhana disini. Kau tidak perlu repot. Kapan pun aku akan begini dan inilah hidupku. Kau harus paham tentang Definisi hidup ku yang dasarnya tidak akan perna seperti yang kau pikirkan hari ini.

Disini surgaku, untuk apa kau bahwa segalanya datang. Aku hanya butuh sesuatu yang sederhana, seperti tunggu api yang memasak air menjadi panas untuk secangkir kopi untuk menghiasi cerita disore hari dalam pelukan dingin alam yang selalu membisikku kalau kita hidup lebih bersahabat dalam keserhanaan hidup yang lebih biasa.

Aku tidak mau sepertimu dan kau tidak mungkin menjadiku. Cintamu berbedah karena hidup kita bersama hanyalah dipaksa sejak itu. Untuk apakah, aku harus mencintai kamu jika kau tidak mencintaiku.

Aku hanya ingin mewarisi hidupku didalam alamku. Biarkan aku hidup seperti ini apa pun konsekuensi hidupku disini. Lanjut..?

"AKaulah Matahari Yang Telah Berubah Menjadi Bulan" 

setelah amadi kembali.?
Kamu duduk sampingku sambil memelukku. pelukanmu sungguh rapat tanpa berkata apapun. kita sudah lama bersama dan kamu adalah panggilanku  amadi papuana, sama jika kamu memanggilku. Amoye olehlah aku ingin jujur sebelum senja itu menutup mata. aku tidak mau senja itu pergi tanpa jujurku.

"Waktu akan berlalu dibawah banyak hal tetapi tidak untuk cintaku. matahari boleh pergi hari ini tapi besok pasti datang juga. kamu ada bersama darah dalam jantungku.(amadi) kamu igat BUKAN. matahari yang kamu lihat itu akan pergi jika dunia ini berhenti berputar, sama ketika aku berhenti berkata cintaku. akulah matahari dan kau adalah isinya"

"Sayang benar ini.?? katamu sambil pegang tanganku."menurut kamu?" Tanya saya kembali. Amadi diam sedikit waktu dan berkata lagi," Hati-hati jangan buat aku lebih mencintaimu dari apa yang kamu katakan"."saya suka itu sayang bungsu amadi",balas saya tanpa pikir.

amadi menatap saya lebih lama, matanya penuh jujur tapi yang ku pikir, maaf sayang, saya belum mampu mencintaimu lebih untuk hari ini saja." apa yang kamu pikirkan,"tanya arnol setelah melihat aku lagi melamun."tidak papa",jawab saya.

Senja itu pergi dan tinggalkan gelap menutupi bumi, aku dan dia pulang.di jalan yang sama dan tinggal dirumah yang berbeda.sudah lama cerita itu pergi bersama waktu kita yang telah berubah.

kita saling menghilang entah apa kata matahari nanti karena aku bukan lagi matahari lagi, aku telah berubah menjadi bulan. datang ketika igat dan pergi kadang lupa, bulan itu datang menghitung musimnya.


Edithor: Admin

Reporter: Abet

You may also like

(foto/doc Amoye amadi) 𝗧𝗢𝗡𝗚 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 AMADI 𝗪𝗔𝗘𝗘❤️ AMADI-AMOYE  akadesi beda alam.(JAYAPURA-NABIRE) Apa kabar disana ...

Tidak ada komentar: