Halaman pacebook
Adnw
Iklan adsrr
Kabar Wakoupo.com hadir sebagai wahana guna menelaah berbagai hal secara tajam, lugas, berimbang, otentik, dan tidak provokatif.
Cerita saya dan widogai
NABIRE-KABARWAKOUPO. COM - AMADI Pugaida Nauwi" (kita ke tanjung sudah). ajakan Iyoka (mamade punya anak) yang telah pergi dari keluarga kami. satu tanggan pegang Ubi Bakar, satu tanggan Ikan Bakar dan Udan. lari keluar dari rumah dan duduk dingin2 sambil makan Ikan dan ubi tadi. nontong spitbot berlari pulang pergi dari Kampung Eka, Okeitadi, Kebo dll hingga Enagotadi.
Selesai makan, matahari belum pigi lewati pundak gunung pintu angin disana. berlari-lari naik turung tanjung itu. kejar menggejar saya dengan ARNOL saya hingga matahari menutup mata setelah pigi lewat gunung. pulang kerumah lihat mamade sudah siapkan makan malamnya. Ikan, Udan rebus, sayur dan Ubi. setiap malam makan Ikan dan Ubi.
Selamat malam NONE MENASE E GOBAI bersama Bapa di alam sana. saya tidak lupa, cerita di tanjung kampung kita besar dengan Ikan danau paniai kawasan timur tenga DAGOUTO, Udan dan Ubi. Igatan paling istimewa ada di kampung Dagouto. bermain bersama dinggin 80° dan berlaga telanjang kaki kosong. itulah saya diwaktu kecil. terimakasih Kampung yang memberikan makan Ikan dan Udan dari pasar Enagotadi untuk penduduk Paniai."
AMADI CINTA KARENA IKAN, UDAN, DAN PUNYA BUKIT BEGITU INDAHAMADI-Kamu membawahku ke dunia hidupku, diatas bukit gunung PIPAA WEGE PUGAIDA dimana aku besar bersama kedua orang tuaku dialam ternak dan bertani nelayang sertah buruh. Kau adalah anak perempuan dari penduduk kawasan Eropa (enagotadi) di pinggir sunggai WEYAA-ONEE yang suka dengan anak petani dibsebelah gunung NAWIDOGAI PUGAIDA. Amadi mengenalku ketika AMOYE lewat jalan baru ibumomaida ke dagouto juga tetang saya Amadi lebih kenal dari sebelumnya namun paham tentang itu." Lanjut ke jalan baru itu sampai tiba di dagouto sambut amadi diminta Amoye kita ke pugaida yuuu, kata saya io kita jalan sudah sayang amadi setelah amoye-amadi tibah di pugaida, tibah-tibah ada orang tua ia datang mendekati lalu beliau bercerita dengan bahasa halus punya arti dan makna, dahulu Dagouto setiap keluarga memiliki kebun yang luas dan ternak, Ayam, Babi, Kelinci dan kolam Ikan. Gubuk itu ada diujung kampung, satu keluarga yang hidup dalam tradisi lokal yang kental, Juga saat desember moyang disini mereka diciptakan bakar batu ikan, udan, ayam kampung, babi dll banyak belarti yang moyang ciptkan hakirnya amadi serius jadi pendengar prempuan yang tidak mau rugi sehingga lima menit kemudian amadi sambut cerita amoye, Saya yakin dan percaya dengan setiap cara yang moyang perna memperingati hari-hari besar apa lagi ikan saja menjamin apa lagi yang lain ini cara yang mendatangkan kebahagian keluarga itu sendiri." Esok harinya pada tepat hari minggu sore sekitar jam lima saya bersama amadi Kita duduk di bukit WEGEPUGAIDA sana, saat itu tepat sore jam lima, cahaya matahari sore membela dedaunan dan semak-semak dihadapan, dimana kita duduk. Indahnya atmosfer disore itu bersama senyum kita berdua dan cahaya matahari yang datang dapat tersyenyum pada AMOYE dan AMADI yang telah mengalahkan rasisme mereka diluar sana.
setelah lalui rasis sambut AMOYE
Cara kita duduk disini adalah bukti Cinta kita. Sudah lama kita saling kenal dalam satu warna hidup. Delapan tahun adalah Cinta yang luar biasa AMADI. Kau memberi, dan aku memberi, saling menerima tanpa keluh dan kesah. Dulu aku perna tanya." kenapa kamu cinta sama aku AMADI.".Jawabmu sederhana dan singkat," Manusia itu sama semua, beda hanyalah cara berpikir. Kau adalah aku dan kamu adalah aku. cinta kita satu warna di ruang yang sama di WIDOGAI PUGAIDA, walaupun kita berbeda oleh mata manusia".
Aku tidak beruntung bertemu dengan kamu kalau hari ini adalah bukan pikiranya Tuhan. Kau perna berkata," Apapun perbedaan tidaklah mengabadikan hidup kita di akhirat. Kita hanyalah meminjam bumi ini untuk hidup dan duduk kita disini hanyalah punya Cinta yang luar biasa". Aku cinta lebih dari sebatas berkenalan lalu menghilang.
AMADI..?
Kau berkata disore itu," Aku cantik karena kulitku yang putih, tapi kamu ganteng karena kulitmu yang hitam. Saya bencih pada mereka yang Menghitung hitam dan putih di bumi ini". Saya suka cerita hitam dan putih diruang yang sama. Tidak ada satu garis yang memebedahkan kau dan aku selain garis keturungan kita."
(Makasih None Pace pambar untuk photonya, kita akan makan Ikan dan Udan disana) (Dagouto).
EPISODE..BELUM..TAMAT
CEMERADU: ADMIN
REPORTER: ABET MOTE
Cerita saya dan widogai GAMBAR-KAMPUNG-DAGOUTO NABIRE-KABARWAKOUPO. COM - AMADI Pugaida Nauwi" (kita ke tanj...